Sebelum Menghapus Tato, Wajib Ketahui Beberapa Hal Ini

menghapus tato

Sebelum menghapus tato, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan seperti warna tinta yang digunakan hingga larangan sebelum tindakan dilakukan. Hapus tato dengan laser bekerja dengan memecah pigmen tinta di lapisan kulit hingga memudar bertahap.

Tato hitam dan biru gelap paling mudah dihilangkan, sedangkan warna merah, cokelat, atau hijau lebih sulit. Umumnya butuh lebih dari satu sesi, dengan jeda waktu antar sesi untuk pemulihan kulit. Efek samping yang bisa muncul berupa kemerahan, bengkak, hingga perubahan warna kulit (hipopigmentasi/hiperpigmentasi).

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menghapus Tato

Menghapus tato tidak boleh dilakukan sembarangan. Hal ini menghindari terjadinya komplikasi, seperti kulit meradang hingga melepuh. Untuk itu, berikut hal yang perlu Anda ketahui sebelum menghapus tato:

1. Pilih Dokter yang Kompeten

Masih ada orang yang membuat tato di salon kecantikan yang tidak memiliki dokter berkompeten atau menggunakan laser panas yang tidak sesuai sehingga dapat menyebabkan kulit terbakar dan terluka. Oleh karena itu, jangan hanya mempertimbangkan hasil estetikanya, tetapi juga keamanan prosedurnya.

Hal yang sama juga berlaku saat menghapus tato. Pilihlah dokter yang kompeten di klinik kecantikan terpercaya dan berpengalaman agar prosedur sesuai dengan kondisi kulit dan kebutuhan Anda.

Baca Juga: Ingin Operasi Tahi Lalat? Ini Prosedur dan Ketentuannya

2. Menghilangkan Tato Membutuhkan Beberapa Kali Perawatan

Tato tidak akan hilang begitu saja hanya dengan satu kali perawatan laser. Butuh waktu untuk menghilangkan tinta tato secara keseluruhan.

Dalam setiap sesi perawatan, tinta tato akan terpecah menjadi partikel yang lebih kecil sehingga dapat dibersihkan oleh sistem kekebalan tubuh. Proses ini diikuti dengan masa regenerasi kulit selama kurang lebih delapan minggu sebelum melanjutkan sesi berikutnya.

3. Semua Warna Tinta Tato Dapat Hilang

Dahulu, banyak orang percaya bahwa tinta tato berwarna terang sulit hilang. Namun, dengan perkembangan teknologi laser saat ini memungkinkan berbagai warna tinta tato dapat hilang.

4. Konsultasi dengan Dokter Kulit

Sebelum menghilangkan tato, sebaiknya konsultasi dengan dokter spesialis kulit. Nantinya, dokter akan menjelaskan mengenai prosedur, hasil yang mungkin Anda peroleh, serta risiko yang dapat terjadi.

Selain itu, mintalah dokter untuk menunjukkan foto hasil sebelum dan sesudah perawatan dari pasien yang pernah ditangani. Hindari hanya melihat foto dari internet atau produsen laser karena hasil setiap orang bisa berbeda.

5. Berhenti atau Kurangi Merokok

Jika memungkinkan, berhenti merokok. Namun, bila tidak bisa, usahakan tidak merokok saat perawatan berlangsung. Kebiasaan merokok dapat memperlambat proses penyembuhan kulit serta meningkatkan risiko komplikasi, seperti infeksi maupun terbentuknya jaringan parut.

6. Hindari Paparan Sinar Matahari

Proses penghapusan tato dengan laser membutuhkan waktu selama beberapa bulan agar hilang dengan sempurna. Selama menjalani perawatan, lindungi area tato dari paparan sinar matahari dengan menggunakan tabir surya.

Kulit yang terbakar matahari atau terlalu gelap akibat paparan sinar UV memiliki risiko lebih tinggi mengalami perubahan warna kulit setelah tindakan laser. Hindari paparan sinar matahari setidaknya empat minggu sebelum menjalani prosedur.

7. Menghilangkan Tato dengan Pico Laser by Picoway

Pico Laser by Picoway merupakan salah satu layanan perawatan kulit di C Derma yang menggunakan teknologi laser Picosecond. Teknologi ini menghancurkan pigmen tato hingga menjadi partikel yang jauh lebih kecil daripada teknologi laser nano sebelumnya.

Partikel tinta tersebut kemudian lebih mudah dibersihkan oleh tubuh. Selain itu, teknologi ini menghasilkan panas yang lebih rendah sehingga membantu mengurangi risiko perubahan warna kulit akibat paparan panas berlebih.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Tahi Lalat, Cepat dan Permanen

Biaya Menghapus Tato Laser

Biaya hapus tato di klinik kecantikan berkisar mulai dari Rp500.000 hingga Rp6.000.000 per sesi. Di C Derma, biaya penghapusan tato sekitar Rp1.500.0000 per sesi.

Biaya tersebut tergantung jenis laser, ukuran, warna tinta, dan lokasi klinik. Untuk hasil yang aman dan maksimal, pilihlah klinik terpercaya yang miliki tenaga medis berlisensi serta alat bersertifikat.

Efek Samping Menghapus Tato

Meskipun jarang terjadi, ada beberapa efek samping menghapus tato yang penting Anda ketahui, sebagai berikut:

1. Infeksi Virus

Tato dapat meningkatkan risiko penularan beberapa penyakit akibat infeksi virus, seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV, human papillomavirus (HPV), molluscum contagiosum, dan herpes simpleks (HSV). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko penularan hepatitis C lebih tinggi jika pembuatan tato di tempat yang tidak profesional.

2. Infeksi Bakteri 

Pembuatan tato juga bisa menyebabkan infeksi bakteri, seperti infeksi streptococcus pyogenes yang dapat menimbulkan impetigo, erisipelas, hingga sepsis. Selain itu, staphylococcus aureus dapat menyebabkan infeksi kulit, jaringan lunak, hingga sindrom syok toksik yang jarang terjadi.

Infeksi lain yang juga pernah dilaporkan meliputi sifilis akibat bakteri treponema pallidum, infeksi mikobakteri atipikal, bahkan mycobacterium leprae yang menyebabkan kusta.

Sebagian besar infeksi ini terjadi karena prosedur tato yang tidak higienis, terutama penggunaan jarum yang terkontaminasi. Pada beberapa kasus, pigmen atau tinta tato yang terkontaminasi juga dapat menjadi sumber infeksi.

3. Infeksi Jamur

Meskipun jarang terjadi, prosedur tato juga dapat menyebabkan infeksi jamur. Beberapa kasus yang pernah terjadi meliputi zygomycosis serta infeksi jamur berat yang menyebar ke seluruh tubuh. Terdapat laporan mengenai infeksi candida endophthalmitis, yaitu infeksi jamur pada mata yang terjadi setelah seseorang menjalani prosedur tato.

4.  Reaksi Alergi dan Reaksi terhadap Benda Asing

Beberapa pigmen pada tinta tato dapat memicu reaksi alergi. Pigmen yang mengandung dikromat (hijau), kobalt (biru), kadmium (kuning), dan garam merkuri (merah) merupakan beberapa bahan yang paling sering berkaitan dengan reaksi tersebut.

Selain itu, kontaminasi nikel sulfat pada tinta tato juga dapat menyebabkan reaksi alergi yang cukup berat. Beberapa bahan organik lain, seperti azo dyes dan quinacridone, juga berpotensi memicu alergi pada sebagian orang.

5. Tumor

Beberapa kasus tumor jinak, seperti seborrheic keratosis, histiofibroma, kista epidermoid, dan milia pernah muncul pada area tato, meskipun kejadiannya jarang. Selain itu, terdapat laporan mengenai tumor ganas, seperti karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, melanoma ganas, dermatofibrosarcoma protuberans, hingga limfoma non-Hodgkin.

Sampai saat ini, belum ada bukti bahwa tato secara langsung menyebabkan kanker. Namun, beberapa faktor diduga berperan, seperti paparan zat yang berpotensi bersifat karsinogenik pada tinta tato, paparan sinar ultraviolet (UV), dan faktor genetik.

Selain itu, tato juga dapat menyulitkan pemeriksaan kulit karena dapat menutupi perubahan pada tahi lalat atau kelainan kulit lainnya. Pada prosedur penghapusan tato dengan laser, pigmen tato dapat berpindah ke kelenjar getah bening sehingga berpotensi menyerupai penyebaran kanker.

Baca Juga: Inilah Kondisi Kulit yang Bisa Ditangani dengan Perawatan Laser!

Hal yang Harus Dilakukan agar Cepat Pulih Setelah Menghilangkan Tato

Semakin baik daya tahan tubuh Anda, semakin cepat proses pemulihan kulit setelah prosedur penghapusan tato. Sistem imun yang kuat sangat penting dalam mempercepat penyembuhan luka sekaligus membantu melindungi kulit dari infeksi.

Berikut cara perawatan setelah menghapus tato agar cepat sembuh:

  • Perbanyak minum air putih: Salah satu hal terpenting memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik adalah terhidrasi. Asupan cairan yang cukup membantu membuang racun dalam tubuh dan regenerasi sel darah
  • Batasi konsumsi alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi yang berisiko memperlambat proses penyembuhan. Jika memungkinkan, sebaiknya hindari konsumsi alkohol selama masa pemulihan.
  • Batasi kebiasaan merokok: Saat merokok, sistem kekebalan tubuh harus bekerja lebih keras untuk menghilangkan racun yang masuk ke dalam tubuh sehingga memperlambat proses penyembuhan kulit. Pasien yang tidak merokok umumnya mendapatkan hasil penghapusan tato yang lebih baik dan membutuhkan lebih sedikit sesi perawatan.
  • Olahraga secara teratur: Saat berolahraga, jantung memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh. Peningkatan aliran darah ini membantu memecah molekul tinta tato di dalam kulit sehingga lebih mudah tubuh bersihkan. Namun, setelah menjalani prosedur penghapusan tato, sebaiknya hindari olahraga selama beberapa hari.

FAQ

Apakah semua tato bisa hilang total dengan laser?

Tidak semua tato bisa hilang 100%. Hasil penghapusan tato dengan laser dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti warna tinta, ukuran dan kedalaman tato, jenis tinta, serta respons kulit masing-masing orang.

Apakah hapus tato dengan laser sakit?

Saat menjalani penghapusan tato dengan laser menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri ringan, seperti kulit terkena karet gelang yang dilepaskan. Namun, tingkat nyeri dapat berbeda pada setiap orang.

Berapa lama luka sembuh setelah hapus tato laser?

Proses penyembuhan setelah penghapusan tato dengan laser umumnya berlangsung sekitar 1-2 minggu. Namun, tubuh memerlukan waktu sekitar 6–8 minggu untuk membersihkan partikel tinta yang telah dipecah oleh laser sebelum sesi berikutnya dapat dilakukan.

Konsultasikan kondisi kulit Anda

Buat janji temu dengan dokter spesialis kulit & kelamin C Derma untuk penanganan yang tepat

Buat Janji

Info Biaya Perawatan Kulit

Isi form singkat, tim kami akan menghubungi Anda dengan informasi biaya terkini.

Buat Janji Temu

Konsultasikan kondisi kulit Anda langsung bersama dokter spesialis kulit & kelamin C Derma.

Bergabung dengan 2rb+ Pasien

“Tim C Derma mendampingi setiap langkah perawatan kulit saya. Hasilnya membuat saya jauh lebih percaya diri.”

— Sarah & Andi