Cara menghilangkan bekas luka yang cepat dan efektif bisa dengan prosedur medis seperti laser V-beam dan microneedling. Mengatasi bekas luka yang membandel dan hitam juga bisa dengan perawatan rumahan secara alami seperti rutin mengoleskan salep atau memakai masker lidah buaya.
Jenis-Jenis Bekas Luka
Bekas luka dapat memiliki warna yang beragam, seperti merah muda, merah, ungu, putih, cokelat, hingga lebih gelap daripada warna kulit di sekitarnya. Beberapa bekas luka juga bisa menyebabkan rasa gatal, nyeri, atau rasa tidak nyaman pada area tersebut.
Berikut beberapa jenis bekas luka beserta ciri-cirinya:
- Bekas Luka Garis Halus: Bekas luka jenis ini biasanya tampak sedikit menonjol saat pertama kali terbentuk. Seiring waktu, bekas luka akan menjadi lebih rata dan memudar dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus.
- Bekas Luka Atrofi: Ditandai dengan adanya cekungan pada permukaan kulit. Bentuknya dapat berupa lubang kecil menyerupai pori yang dalam atau cekungan lebih luas dan sering muncul setelah jerawat maupun cacar air.
- Bekas Luka Keloid: Keloid merupakan bekas luka yang tumbuh menonjol dengan tekstur keras dan permukaan yang halus. Ukurannya dapat berkembang lebih besar dan pada sebagian kasus, keloid menimbulkan rasa tidak nyaman atau mengganggu pergerakan area sekitar, serta umumnya tidak memudar dengan sendirinya tanpa penanganan.
- Bekas Luka Hipertrofik: Jenis ini memiliki bentuk yang menonjol dan terasa lebih padat. Pertumbuhannya tidak melewati ukuran luka awal. Seiring waktu, bekas luka dapat memudar dan menjadi lebih rata, meskipun terkadang menyebabkan rasa tidak nyaman atau mengganggu pergerakan.
- Bekas Luka Kontraktur: Bekas luka kontraktur bisa membuat kulit terasa tertarik atau kencang. Area tersebut juga terasa nyeri maupun sulit digerakkan dan umumnya terjadi setelah luka bakar.
Baca Juga: Cara Cepat Menghilangkan Bopeng (Scars) dengan Tindakan Medis
Cara Menghilangkan Bekas Luka
Bekas luka ringan umumnya dapat memudar seiring waktu. Tetapi, bekas luka yang dalam atau keloid biasanya lebih sulit hilang dan perlu perawatan tertentu untuk membantu menyamarkannya.
1. Vascular rejuvenation by VBeam (USA)
Vascular rejuvenation by VBeam (USA) merupakan laser yang banyak klinik estetika gunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan kulit termasuk bekas luka, terutama yang kemerahan. Prosedur medis ini minim rasa sakit sehingga banyak dipilih sebagai salah satu cara mengatasi bekas luka dengan aman dan nyaman.
Cara kerja Vascular rejuvenation by VBeam (USA) yaitu menargetkan warna merah hemoglobin pada pembuluh darah. Tindakan medis ini tidak membutuhkan anestesi sehingga biasanya Anda bisa langsung beraktivitas setelahnya.
Dalam prosesnya, Vascular rejuvenation by VBeam (USA) sendiri memerlukan sekitar 20 hingga 30 menit bergantung pada ukuran dari bekas luka yang ingin Anda hilangkan. Pada umumnya, Anda membutuhkan setidaknya 6 kali perawatan V-beam untuk mendapatkan hasil yang optimal.
2. Microneedling
Microneedling adalah salah satu cara mengatasi bekas luka yang biasa dipilih seseorang untuk keperluan estetika. Hal ini karena prosedur dermabrasi mampu menghilangkan bekas luka berupa skar hipertrofik (cekung ke dalam kulit) yang timbul karena bekas jerawat, bekas operasi, hingga kecelakaan.
Prosedur microneedling dengan bantuan alat khusus yang nantinya akan membuat ‘luka baru’ sehingga pemulihan lebih baik. Pada prosesnya, dokter akan memberikan anestesi lokal di area yang memerlukan microneedling. Selanjutnya, alat khusus tersebut dokter gunakan untuk menekan area luka.
Untuk proses pemulihannya sendiri, nantinya pasien akan dokter resepkan obat salep. Pada umumnya, microneedling tidak menimbulkan efek samping apapun bagi Anda yang menjalankannya. Namun, ada sedikit ‘down time’ pada saat pemulihannya (berupa wajah kemerahan 3-5 hari).
3. Suntik Kortikosteroid
Suntik kortikosteroid adalah metode untuk menghilangkan bekas luka skar hipertrofik (skar yang timbul atau lebih tinggi dari permukaan kulit) yang banyak dipilih karena keefektivitasannya. Sebanyak 50% dari area bekas luka akan mengecil hanya dengan melakukan satu kali suntik kortikosteroid. Dalam banyak kasus, prosedur ini mampu menghilangkan bekas luka hingga benar-benar hilang.
4. Prosedur Laser
Salah satu cara mengatasi bekas luka yang populer lainnya ialah dengan metode laser. Dokter kulit akan menembakkan sinar laser pada area kulit yang membutuhkan guna meluruhkan jaringannya. Prosedur laser akan merangsang adanya produksi kolagen di lapisan kulit lebih dalam.
Selain itu, metode menghilangkan bekas luka dengan laser juga minim menimbulkan rasa sakit dan memiliki proses pemulihan yang terbilang cepat. Meski demikian, Anda biasanya harus melakukan lebih dari satu kali hingga bekas luka benar-benar menghilang.
Baca Juga: Inilah Kondisi Kulit yang Bisa Ditangani dengan Perawatan Laser!
5. Krim Obat
Bagi Anda yang merasa takut untuk melakukan tindakan medis, krim obat bisa menjadi pilihan Anda sebagai salah satu cara mengatasi bekas luka. Namun, berbeda dengan tindakan medis yang umumnya membutuhkan waktu cenderung singkat, krim obat tentu memerlukan lebih banyak waktu untuk menghilangkan bekas luka secara sepenuhnya.
Beberapa kandungan dalam krim bekas luka dapat membantu memperbaiki kondisi kulit dan menyamarkan tampilan bekas luka, seperti silikon dan ekstrak teh hijau yang memiliki manfaat dalam perawatan bekas luka.
Ekstrak kulit bawang dan lidah buaya juga memberikan manfaat menenangkan dan meredakan peradangan kulit. Dokter akan memberikan resep krim obat sesuai dengan jenis dan ukuran bekas luka yang ingin Anda hilangkan. Jadi, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terkait pemberian krim obat ini.
6. Chemical Peels
Chemical peels bisa membantu mengatasi bekas luka yang dangkal, bukan bekas luka yang dalam. Perawatan ini bekerja dengan mengangkat lapisan terluar kulit sehingga proses regenerasi kulit dapat berlangsung dan membuat permukaan kulit tampak lebih halus.
7. Subcision
Subcision merupakan tindakan bedah minor yang digunakan untuk membantu mengatasi bekas luka atrofi atau bekas luka cekung, seperti bekas jerawat dan cacar air. Prosedur ini dokter lakukan dengan memasukkan jarum ke bawah kulit untuk memutus serat yang menarik bekas luka ke jaringan di bawahnya. Setelah serat tersebut dilepaskan, proses ini membantu merangsang produksi kolagen sehingga tampilan bekas luka dapat membaik.
8. Masker Lidah Buaya
Lidah buaya sudah digunakan bertahun-tahun sebagai obat untuk menghilangkan bekas luka secara alami. Kandungan lidah buaya telah terbukti meningkatkan penyembuhan luka dan mengurangi peradangan. Misalnya, kandungan polisakarida, yaitu gula kompleks yang dapat membantu menghidrasi dan melindungi kulit.
Selain itu, lidah buaya juga memiliki kandungan glikoprotein yang dapat membantu mengurangi peradangan dan menenangkan kulit. Terlebih lagi adanya kandungan vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan kulit, seperti vitamin A, C, dan E, serta zinc.
Kandungan tersebut dapat membantu menutrisi kulit dan meningkatkan produksi kolagen sehingga dapat membantu memperbaiki tekstur serta tampilan bekas luka.
Sebelum mengoleskan lidah buaya, pastikan area bekas luka sudah bersih. Anda dapat memijat area tersebut dan membiarkan lidah buaya meresap selama kurang lebih 30 menit. Kemudian, bilas bekas luka dengan air bersih. Untuk hasil yang optimal, perawatan ini bisa Anda lakukan setiap hari.
9. Mengoleskan Madu
Madu dapat membantu proses penyembuhan kulit dan berpotensi menyamarkan bekas jerawat. Anda bisa mengoleskan madu pada area bekas luka sebagai spot treatment setiap hari atau 2 hari sekali.
Madu juga bisa Anda gunakan menjadi masker wajah untuk perawatan kulit. Namun, penelitian mengenai efektivitas madu untuk membantu memudarkan bekas luka masih terbatas.
10. Rutin Pakai Minyak Kelapa
Beberapa orang menggunakan produk vitamin E setelah luka operasi sembuh untuk membantu mencegah terbentuknya jaringan parut. Sebuah penelitian pada tikus tahun 2010 menunjukkan adanya perbaikan pada luka setelah penggunaan minyak kelapa yang diduga berkaitan dengan peningkatan produksi kolagen sehingga membantu proses penyembuhan jaringan kulit.
Namun, penelitian mengenai penggunaan minyak kelapa untuk membantu mengatasi bekas luka masih terbatas.
Baca Juga: Pico Laser: Rahasia Kulit Glowing Sempurna dengan Teknologi Terkini
Itulah informasi cara mengatasi bekas luka yang dapat Anda pilih. Anda bisa mengatasi bekas luka di C Derma.
Perawatan yang dilakukan didukung dengan teknologi modern dan canggih. Selain itu, pelayanan perawatan kecantikan C Derma diawasi langsung dengan dokter spesialis bersertifikat nasional dan internasional, yang berpengalaman lebih dari 12 tahun dalam bidang Dermatologi dan Estetika. Jadi tunggu apalagi? Yuk, tampil lebih muda dari sekarang!
FAQ
Apakah bekas luka di tubuh bisa hilang?
Umumnya bekas luka di tubuh bisa hilang dengan sendirinya. Namun, ada beberapa jenis luka yang membutuhkan waktu lama untuk menghilang, seperti keloid hingga luka berlubang.
Berapa lama bekas luka yang menghitam bisa hilang?
Bekas luka yang menghitam umumnya bisa hilang biasanya dalam waktu 3 sampai 12 bulan, tergantung pada kedalaman luka dan perawatan yang dilakukan.
Mengapa bekas luka saya tidak kunjung pudar?
Bekas luka tidak kunjung pudar biasanya karena tingkat keparahannya cukup dalam. Jenis luka seperti keloid atau berlubang umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk memudar atau bahkan tidak bisa hilang sama sekali.








