Suntik Vitamin C untuk kecantikan? Pahami tujuan, manfaat dan risikonya terlebih dahulu

Vitamin C adalah nutrisi yang memiliki banyak peran penting untuk kekebalan tubuh kita, seperti:

    • Penyembuhan luka
    • Mencegah kerusakan sel
    • Merangsang kolagen
    • Meningkatkan daya tahan tubuh
    • Memberikan efek cerah dan kenyal pada bagian kulit, terutama wajah

Vitamin C dapat ditemukan di banyak makanan sehat dan suplemen makanan. Lalu, vitamin C juga tersedia dalam bentuk suntikan yang disuntikkan ke dalam vena (intravena), ke dalam otot (secara intramuskular), atau di bawah kulit (secara subkutan).

Baca juga: Perawatan ULTHERAPY®, Awet Muda Tanpa Operasi

Tujuan suntikan vitamin C
Suntik vitamin C digunakan ketika kadar vitamin C dalam tubuh seseorang perlu ditingkatkan dengan cepat atau jika suplemen oral tidak dapat dikonsumsi karena penyerapan yang buruk dalam diri seseorang. Beberapa orang menerima suntikan vitamin C untuk kesehatan umum dan estetika, seperti mencerahkan kulit wajah, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, membantu penyerapan lebih cepat, dan kenyamanan. Ini berarti mereka tidak harus mengingat kapan dan jam berapa untuk minum pil suplemen setiap hari.

Dosis umum
Untuk mengobati kekurangan vitamin C, dosis injeksi vitamin C yang dibutukan adalah 200 mg sekali untuk satu minggu.
Untuk penyembuhan luka, dosis injeksi vitamin C yang khas adalah 1 gram sekali sehari selama 5 hingga 21 hari.
Untuk penggunaan di luar kriteria khusus, berbagai dosis injeksi vitamin C telah digunakan yang biasanya berkisar antara 10 hingga 100 gram. Dosis dapat diberikan setiap hari atau secara berkala pada interval yang berbeda.

Efek samping setelah perawatan
Suntik vitamin C sangat aman jika digunakan dengan alasan yang disetujui FDA dengan dosis yang tepat dari dokter. Namun, jika dosis yang diberikan terlalu tinggi, maka seseorang akan merasakan adanya mual yang tidak enak.
Efek samping lainnya yang paling umum setelah tindakan ini adalah rasa sakit dan bengkak di area bagian suntikan.

Risiko suntikan vitamin C
Jika Anda berpikir untuk mendapatkan vitamin C dosis tinggi melalui suntikan, bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko yang mungkin terjadi.
Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan yang Anda makan. Jika Anda mengonsumsi vitamin C dengan dosis sangat tinggi, tubuh Anda mungkin menyerap terlalu banyak zat besi. Ini bisa menjadi masalah potensial jika Anda sudah memiliki kadar zat besi yang tinggi dalam tubuh Anda.
Suntikan vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan peluang Anda terkena batu ginjal. Orang yang pernah menderita batu ginjal di masa lalu mungkin memiliki risiko lebih besar.
Terdapat resiko infeksi ketika injeksi diberikan. Namun, jangan khawatir, pastikan peralatan di klinik yang diberikan memiliki standar sterilisasi yang baik.

Baca juga: Apa Itu Psoriasis? Temukan Jawabannya Disini

Interaksi obat
Vitamin C dapat membuat urin Anda lebih asam. Dalam beberapa kasus, ini dapat mengubah cara tubuh Anda mengubah kadar beberapa obat dalam tubuh dan menghasilkan penurunan efektivitas atau peningkatan efek samping. Beberapa obat yang dimaksud adalah:
1.fluphenazine (Prolixin)
2.magnesium salisilat (Novasal)
3.mexiletine (Mexitil)
4.Salalate

Nah, sebagai kesimpulan, suntik Vitamin C adalah tindakan yang aman untuk dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal yang telah disebutkan di atas. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter dermatologi dan estetika yang ada di C Derma untuk mendapatkan perawatan dan tindakan suntik Vitamin C yang terbaik.

Telah direview oleh: dr. Ahmad Haykal A.R.B., Sp.KK, M.Kes

Source: